Home / Daerah / Hukrim / Pemerintah

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:54 WIB

Dugaan Take Over PT SAL ke PT GMP Picu Polemik Hak Karyawan di Inhu.

Oplus_131072

Oplus_131072

INHU, Gardatop.com – PT Silantai Agro Lestari (SAL), perusahaan perkebunan kelapa sawit seluas sekitar 600 hektare di Desa Talang Perigi, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Inhu, diduga mengalami take over oleh PT GMP.

Isu ini memicu kekhawatiran terkait penyelesaian hak karyawan lama.

Wiston Pandiangan, Ketua HUKATAN KSBSI, menyoroti bahwa jika take over benar terjadi, PT SAL wajib menyelesaikan hak karyawan yang telah bekerja puluhan tahun sesuai masa kerja mereka. “Jangan jadikan pekerja buruh sebagai karyawan baru di PT GMP tanpa hitung masa kerja lama,” katanya saat dikonfirmasi awak media pada 18 Februari 2026.

Menurut Wiston, jika karyawan hanya pindah perusahaan, masa kerjanya harus diakui. Namun, jika tidak, perusahaan harus membayar pesangon, uang masa kerja, dan tambahan 15 persen dari pesangon sebelum mereka bergabung ke perusahaan baru. Ia juga mendesak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Inhu turun tangan. “Sampai saat ini, tidak ada pernyataan resmi dari Disnaker bahwa hak pekerja sudah diselesaikan. Saya sebagai ketua serikat buruh tak pernah dikabari,” ujarnya.

Baca juga  Kebakaran Gudang BBM Milik Pecatan TNI AU di Pekanbaru: Polisi Pasang Garis, Penyelidikan Ambruk di Panggilan Saksi.

Wiston menambahkan bahwa pencatatan serikat buruh PT SAL terdaftar di Disnaker, sehingga pekerja berhak dilindungi. Ia berencana meninjau lapangan dalam waktu dekat untuk memastikan hak pekerja tak hanya janji kosong, mengingat mayoritas adalah warga lokal yang kurang paham administrasi.

Di sisi lain, Asmuri AS, Manajer PT SAL, membantah adanya take over langsung ke PT GMP. “PT SAL tidak take over, hanya diambil alih Agrinas dan diberikan penanganan ke pihak ketiga, PT GMP. Status karyawan tetap, belum ada keputusan final dari manajemen,” tegasnya.

Asmuri menjelaskan bahwa karyawan masih bekerja normal, terutama 40 orang dari bagian keamanan dan bulanan. Klaim jumlah karyawan lebih dari 100 orang tidak benar, tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, Disnaker Inhu belum memberikan konfirmasi resmi terkait dugaan ini.***

Red

Share :

Baca Juga

Hukrim

Remaja 18 Tahun di Pelalawan Diculik Pria Tak Dikenal Lewat Ancaman Foto Edit Tak Senonoh, Keluarga Tuntut Polisi DPO Pelaku Segera.

Hukrim

Kebakaran Gudang BBM Milik Pecatan TNI AU di Pekanbaru: Polisi Pasang Garis, Penyelidikan Ambruk di Panggilan Saksi.

Hukrim

Viral Foto Bugil Oknum Guru P3K di Nias Utara: Dugaan Pelanggaran Etika Berat, Ancaman Sanksi Pemecatan dan Koordinasi Dinas.

Pemerintah

PWMOI Riau Desak Plt Gubernur Evaluasi Kabid Pengawasan Disnakertrans, Dinilai Abaikan Konfirmasi Jurnalistik 

Hukrim

ANGGOTA DPR RI SARANKAN UNTUK MENYELIDIKI JAKSA KASUS FANDI (ABK) YANG DITUNTUT HUKUMAN MATI

Hukrim

12 Hari Tanpa Penjelasan: RS Prima Pekanbaru Diduga Langgar Transparansi Pasca-Kematian Karyawan di Lift Barang.

Hukrim

Terungkap di Sidang Tipikor : Kepala UPT Mengaku Tertekan Kumpulkan Dana hingga Rp750 Juta untuk Pengesahan Anggaran

Hukrim

Keluarga Korban Galian C Bantah Keras Berita Derakpost: “Almarhum Bukan ODGJ, Aktivitas Penggalian Ilegal!”