Home / Hukrim

Selasa, 28 April 2026 - 19:08 WIB

Ada apa dengan Rektor unilak diduga tidak menemui massa?: Aliansi Mahasiswa Peduli Unilak (AMPUN) Geruduk Gedung Rektorat Universitas Lancang Kuning

GardaTop.com | Pekanbaru – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Unilak (AMPUN) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat Universitas Lancang Kuning, Selasa (28/04/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait sejumlah kebijakan kampus yang diduga tidak transparan dan dinilai merugikan mahasiswa.

Koordinator lapangan, Ahmad Nasir Harahap, menyampaikan tuntutan kepada Rektor Unilak, Junaidi, agar memberikan transparansi terkait biaya wisuda, termasuk harga baju toga.

 

“Mahasiswa meminta pihak rektorat membuka secara rinci dan akuntabel komponen biaya wisuda serta dasar penetapan harga baju toga yang dinilai tidak sesuai standar,” ujar Nasir saat diwawancarai awak media.

 

Selain itu, AMPUN juga menyampaikan sejumlah tuntutan lain, di antaranya:

 

Mendesak pihak rektorat membuka secara transparan anggaran pembangunan turap yang beberapa kali mengalami kerusakan, serta meminta dilakukan audit terhadap proyek tersebut.

 

Meminta pertanggungjawaban atas kualitas pembangunan yang dinilai tidak sesuai standar, termasuk evaluasi terhadap pihak pelaksana proyek.

Baca juga  Dugaan Take Over PT SAL ke PT GMP Picu Polemik Hak Karyawan di Inhu.

 

Menuntut penjelasan resmi terkait kenaikan uang SPP tahun 2025 yang dianggap signifikan.

 

Mendesak penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan kampus, khususnya yang berkaitan dengan keuangan dan fasilitas.

 

Meminta penjelasan terbuka terkait pembangunan gedung serbaguna yang diduga menelan anggaran sekitar Rp10 miliar, termasuk rincian anggaran dan proses penunjukan vendor.

 

Sementara itu, Jenderal Lapangan aksi, Willy Robinson, meminta Rektor untuk menemui massa aksi dan memberikan klarifikasi secara langsung. Namun, hingga aksi berlangsung, pihak rektorat belum menemui para demonstran.

“Jika tidak ada tanggapan, kami akan melanjutkan aksi jilid II pada saat pelaksanaan wisuda di Labersa dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegas Willy.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Rektorat Universitas Lancang Kuning belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan mahasiswa.***

(Red)

Share :

Baca Juga

Hukrim

DUGAAN PENYIMPANGAN DANA BOS DI SD SWASTA ECCLESIA PEKANBARU, PIHAK YAYASAN AKUI ADA MASALAH PENGELOLAAN

Hukrim

Kejari Bengkalis Dipertanyakan soal Kasus Tambak Udang Illegal

Hukrim

LSM Penjara Indonesia Apresiasi Penetapan PT Musim Mas Sebagai Tersangka

Hukrim

Polres Binjai Tangkap Residivis Kasus Pencurian Mesin Genset

Hukrim

Pemuda pantas juara KNPI Pekanbaru Demo Keras: Copot Kepala Bea Cukai, Dugaan Kongkalikong Biarkan Rokok Ilegal Cukai 12 bebas di kota Pekanbaru.!!!

Hukrim

Polsek Bukit Raya Tangguhkan Penahanan Tersangka Yusman Gea? Bomen: Kembalikan Yusman ke Penjara!

Hukrim

Polisi Dalami Kematian ASN BPN Nias di Apartemen Medan, Keluarga Serahkan Sepenuhnya ke penegak Hukum

Hukrim

Janji via telepon akan datang membawa dokumen, pengurus LPS tak hadir alias mangkir 4,5 jam. Tim media & LSM-KPK: Ini indikasi penghindaran konfirmasi