Gardatop.com|Pekanbaru – Puluhan anggota Ormas Pantas Juara DPD KNPI Kota Pekanbaru menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bea Cukai Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan, Jumat (27/2/2026) pukul 15.55 WIB. Aksi ini menyoroti dugaan maraknya peredaran rokok ilegal yang merugikan keuangan negara, dengan tuntutan tegas copot kepala Bea Cukai setempat. Mereka menuding rokok ilegal seperti merek Slava, OK Bold, dan Feloz beredar bebas, dengan pita cukai 12 batang tapi isi 20 batang, diduga melanggar UU Cukai.
Aksi dipimpin Koordinator Lapangan Supriadi, didukung massa yang membawa pengeras suara dan spanduk bertuliskan “Musnahkan Rokok Ilegal dan Copot Kepala Bea Cukai Pekanbaru dan Dumai” serta “Rokok Slava Ilegal”.
Demonstrasi berlangsung Jumat sore di kantor Bea Cukai Pekanbaru, berlangsung hingga pukul 16.23 WIB.
Massa menilai pengawasan Bea Cukai Pekanbaru lemah, membiarkan rokok ilegal merajalela di warung-warung kota. “Kami menduga maraknya rokok dengan pita cukai tidak sesuai isi adalah pelanggaran serius terhadap UU Cukai. Ini bukan hal kecil,” tegas Supriadi dalam orasinya. Ia juga sindir penindakan gudang Avian yang dilakukan Bea Cukai pusat, bukan daerah: “Coba bayangkan, penangkapan di Gudang Avian dilakukan Bea Cukai pusat. Kemana Bea Cukai Pekanbaru selama ini?!”
Tuntutan utama: Menteri Keuangan copot Kepala Bea Cukai Pekanbaru karena dianggap tak kompeten, serta KPK periksa dugaan “kongkalikong”. “Kami meminta KPK turun tangan. Jika ada pembiaran, ini bukan kelalaian, tapi permainan,” kata Supriadi.
Massa orasi kritis meski ditegur Kasat Intel Polresta Pekanbaru pukul 16.05 WIB karena tak berizin. “Rekan-rekan ingin aksi tapi tidak punya izin. Tolong patuhi aturan,” ujarnya. Humas Bea Cukai Pekanbaru, Agus M, akhirnya keluar pukul 16.23 WIB, akui pengawasan lapangan belum maksimal. “Kami sudah lakukan tindakan terhadap rokok ilegal, tapi pengawasan tidak bisa maksimal. Kalau ada bukti, laporkan resmi dengan data akurat,” katanya.
Supriadi balas tajam: “Pernyataan itu bahasa umum. Yang kami pertanyakan: kenapa rokok pita cukai tak sesuai isi beredar luas? Ini soal kerugian negara dan penegakan hukum.” Massa janji kawal isu ini terus.
Pantauan awak media dilapangan, aksi berjalan damai tanpa insiden.***
(Red)














