Gardatop.com | Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar demonstrasi di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jl. Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (27/2/2026) siang sekitar pukul 12.00 WIB, menuntut hukuman berat bagi pelaku kematian pelajar di Tual, Maluku, serta pencopotan Kapolri Listyo Sigit Prabowo; aksi tersebut memanas karena kehadiran massa tandingan mahasiswa pendukung polisi yang membentangkan spanduk “Aliansi Mahasiswa Peduli Kepolisian”, hingga polisi wanita (Polwan) turun menengahi.
Ratusan mahasiswa BEM UI menyuarakan dua tuntutan utama: hukuman pidana seberat-beratnya terhadap Bripda Mesias, oknum Brimob diduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan kematian pelajar SMA Negeri 1 Tual pada akhir Januari 2026, serta pemecatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Aksi berlangsung damai hingga muncul kelompok massa tandingan berjumlah sekitar 50 orang, mengenakan jas almamater dari berbagai perguruan tinggi. Mereka membentangkan spanduk dukungan kepolisian, yang memicu ketegangan dengan demonstran BEM UI.
Seorang demonstran BEM UI, yang enggan disebut namanya, menyebut kelompok tersebut sebagai “massa bayaran” sambil tertawa. Akibatnya, sebagian mahasiswa UI merebut spanduk dan mengusir massa tandingan dari area demonstrasi.

Polwan dari Polda Metro Jaya segera turun tangan menengahi, memisahkan kedua kelompok untuk mencegah bentrokan fisik. Tidak ada laporan korban jiwa atau luka serius.
Yang membedakan aksi ini dari demonstrasi sebelumnya adalah penampilan petugas pengamanan Polri yang mengenakan peci hitam dan sorban putih, sebagai bagian dari seragam dinas opsional.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan tersebut hingga berita ini disusun. Demonstrasi berakhir pukul 15.00 WIB tanpa hambatan signifikan.
(Red)














