Home / Hukrim / TNI/Polri

Selasa, 24 Maret 2026 - 22:45 WIB

Keluarga korban Polsek Kulim: Segera Amankan Excavator Sebelum Bukti Galian C Ilegal Hilang!

Oplus_131072

Oplus_131072

Gardatop.com|Pekanbaru, 24 Maret – Hati keluarga korban Waöjiduhu Laia hancur. Saksi-saksi mata yang pertama menemukan jenazahnya kini menangis memohon keadilan: aparat Polsek Kulim Polresta Pekanbaru harus segera mengamankan alat berat excavator sebagai barang bukti utama. Takutnya, alat gali itu dipindah pengembang galian C ilegal untuk hapus jejak kejahatan maut ini.

Puwermintaan mendesak itu disampaikan langsung usai pemeriksaan di Polsek Kulim, Selasa (24/3/2026). Saksi yang pertama kali temukan korban itu mempertanyakan penyidik: “Kapan excavator itu diamankan sebagai bukti awal? Kenapa belum?” jawab penyidik hanya, “Kami koordinasi dulu dengan pimpinan.” Kata saksi itu kepada wartawan saat keluar ruang penyidikan, suaranya bergetar menahan tangis.

 

Baca juga  KPK Tetapkan Bupati Kuansing Suhardiman Amby Tersangka, Diduga Minta Land Cruiser dan Pajero dalam Lelang Jabatan

Kuasa hukum keluarga, Firman Laia, SH. ikut bersuara keras. “Ini pencegahan agar oknum tak hapus bukti. Kami harap excavator segera diamankan, supaya keluarga korban yakin laporan ditangani profesional, transparan, dan objektif,” tegasnya. Excavator itu masih nongkrong bebas di TKP galian C ilegal, belum disentuh polisi.

 

Konfirmasi awak media ke Kanit Reskrim Polsek Kulim, Ibda Abdul Sani S.H. M.H., hanya dapat balasan singkat via pesan: “Kami masih penyelidikan, Pak. Terima kasih.” Hingga berita ini rilis, Polsek Kulim belum beri keterangan resmi soal langkah pengamanan.

 

Publik geram. Kasus galian C ilegal yang rampas nyawa Waöjiduhu Laia ini harus diusut tuntas. Keluarga butuh keadilan, bukan alasan. Pemerintah dan APH dimohon serius: jangan biarkan bukti lenyap, kepercayaan rakyat di ujung tanduk!***

Share :

Baca Juga

Hukrim

Kuasa Hukum Zakiah Nora: Bukan Siapa Paling Ribut, Tapi Siapa Punya Bukti 

Hukrim

Bukan gertakan! DPP AMI laporkan 7 media, di duga Abal- Abal ke Polda Riau

TNI/Polri

Polresta Pekanbaru melalui Satlantas resmi menggelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 mulai 8—21 Juni 2026.

Hukrim

Puluhan Massa LSM BERANTAS Kepung Polda Riau, Desak Polisi Segera Tetapkan Tersangka dalam Kasus Kematian Farisman Laia di Galian C Ilegal

Hukrim

Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Ditahan KPK Terkait Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi

Hukrim

Siswa SMPN 12 Pekanbaru Dianiaya Saat Jalankan Perintah Sekolah, Polresta Pekanbaru Nyatakan Kasus Sudah Naik Sidik

Hukrim

Polda Metro Jaya Tangkap Roy Suryo dan dr Tifa, Berkas Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Sudah P-21

TNI/Polri

Sigap Dan Humanis Kapolres Binjai Bantu Dorong Betor Mogok